HOME
Home » Rami » Tanaman Serat Lainnya » Bibit Unggul Ramindo 1

Bibit Unggul Ramindo 1

Posted at April 21st, 2019 | Categorised in Rami, Tanaman Serat Lainnya

Rami semula dikembangkan di daerah dataran tinggi walaupun sebenarnya rami juga dapat dikembangkan di dataran rendah terutama yang memiliki fasilitas pengairan. Kendala pengembangan rami adalah panjangnya rantai proses penyeratan sampai menjadi serat siap pintal. Proses yang panjang ini menyebabkan rami bukan sebagai cash crop, walaupun harga serat rami lebih tinggi dari harga serat kapas.

Sebagai salah satu penghasil serat alami, rami merupakan komoditas yang perlu dikembangkan. Komoditas ini, selain menghasilkan serat alami yang bermutu tinggi, juga mempunyai hasil samping yang bernilai ekonomi, seperti kompos limbah dekortikasi dan daun rami untuk campuran pakan ternak.

Varietas baru Ramindo 1, dengan nama lama Pujon 10, sudah sejak lama dikembangkan petani/pengusaha dan sudah terbukti keunggulannya baik di masyarakat maupun hasil penelitian. Ramindo 1 memberikan produktivitas serat yang tinggi (2-2,7 ton/ha/tahun) dengan kualitas serat yang cukup baik, serta memiliki daya adaptasi yang luas, sehingga klon ini sesuai untuk dikembangkan di dataran rendah, sedang hingga tinggi.

Limbah dekortikasi (penyeratan) dapat diolah menjadi pupuk organik yang sangat halus dengan kandungan: Organik 20,13%; N total 2,15%; C/N ratio 3,01%; bahan organik 34,83%; P2O5 1,47%; K2O 2,76%; CaO 3,73%; MgO 2,22%; S 0,13%; dan KTK 65,56 me/100 g pupuk organik. Teknik pengomposan dapat dilakukan secara sederhana, yaitu dengan mencampurkan dedak, sedikit gula pasir, EM-4, dan disiram air secukupnya. Selain itu, sisa dekortikasi banyak mengandung kayu, dan seratnya baik untuk bahan baku pulp/kertas. Daun rami (40% dari bobot brangkasan segar) mengandung protein sekitar 24%, sangat baik untuk sumber protein ternak dan unggas. Setelah diproses menjadi tepung dapat diman-faatkan untuk campuran konsentrat berbagai pakan ternak. Pakan ternak dari daun rami mengandung sekitar: 10% air; 1,05-1,75% lisin; 0,14-0,73% methionin; dan 0,18-0,31% triptophan. Selain itu mengandung karotin (provitamin A) dan riboflavin (vitamin B2) masing-masing 13,3 dan 0,74 mg tiap 100 g bahan keringnya. Penggunaan varietas unggul Ramindo 1 dengan pemberian paket pupuk lengkap (organik, N, P, K dan ZPT+ PPC) dapat meningkatkan hasil serat sampai dengan 58-60%.

Spesifikasi Varietas :

NoAtributKeterangan
1AsalPujon, Malang, Jawa Timur
2SpesiesBoehmeria nivea
3Warna BatangHijau
4Warna PetioleHijau
5Warna Daun Permukaan AtasHijau
6Warna Daun Permukaan BawahPutih perak
7Warna Urat DaunHijau
8Warna Pucuk DaunMerah
9Panjang11 – 12 cm
10Lebar10 – 10,6 cm
11Sudut40° – 50° (agak lancip)
12Bentuk DaunCordate (jantung)
13PinggirBergerigi besar lancip
14Permukaan Bagian AtasBerkerut kasar, berbulu halus dan lebat
15Warna Bunga JantanHijau
16Warna Bunga BetinaMerah muda
17Panjang Petiole4,9 – 5,4 cm
18Umur Mulai Berbunga20 – 30 hari setelah pangkas
19Jenis KelaminBerbunga jantan dan betina
20Tipe PembungaanBerbunga kecil-kecil, banyak dan tersebar di 2/3 bagian batang atas
21Ukuran KelompokKecil-kecil
22Tinggi Tanaman190 – 255 cm
23Diameter Batang11 – 13 mm
24Jumlah Batang Per Rumpun12 – 17
25Tipe Pertumbuhan TanamanSemi determinate
26Umur Panen2 bulan
27Berat Serat Kering / Tanaman4 – 5 gram
28Produktivitas Serat / ha / tahun2 – 2,7 ton (tergantung tinggi tempat)
29Rendemen Serat3 – 4%
30Kualitas SeratBaik
31Adaptasi Ketinggian TempatAdaptif di dataran rendah-tinggi, dan gambut
32PenelitiUntung Setyo Budi, Sudjindro, Rr. Sri Hartati, Rully D.P, Marjani, Budi Santoso, Djumali
Tags :