HOME
Home » Artikel » UKM Blitar : Pisang Abaca penghasil Serat

UKM Blitar : Pisang Abaca penghasil Serat

Posted at April 19th, 2019 | Categorised in Artikel

Potensi Bisnis menggiurkan Serat Pisang Abaca

Abaca dengan nama latin “Musa textillis Nee” adalah tumbuhan yang termasuk dalam famili Musaceae yang berasal dari Filipina yang telah dikenal dan telah dikembangkan sejak tahun 1519. Terdapat beberapa nama daerah tanaman Abaca yaitu pisang Manila (Menado), Cau Manila (Sunda), Kofo sangi (Minahasa) dan Manila Henep.


Pisang Abaka ini berbeda dengan pohon pisang kebanyakan yang mengandalkan buahnya yang enak dan segar untuk dikonsumsi, meskipun ada juga sebagian orang yang suka mengonsumsinya. Namun yang menjadi potensi unggulan dari Abaka yang mulai dari daun hingga batang pohonnya berwarna hijau tua itu, adalah batang pohon yang seratnya jika dikeringkan, sangatlah kuat, sehingga dijadikan bahan baku uang kertas dollar yang saat ini lagi laris diburu oleh para perusahaan kertas.

Harga serat batang pisang Abaka telah mencapai Rp 400 ribu per kilogram setelah dikeringkan. Sehingga  ‘Emas Pisang’ ini sangat cocok dikembangkan.

Abaca adalah salah satu penghasil serat yang dapat digunakan untuk pembuatan kerajinan rakyat seperti bahan pakaian, anyaman topi, tas, peralatan makan, kertas rokok, sachet teh celup. Selain itu juga untuk jenis kertas yang memerlukan kekuatan dan daya simpan yang tinggi seperti kertas surat, kertas dokumen serta kertas peta. Tanaman Abaca penghasil serat panjang yang banyak digunakan sebagai bahan pembuat tali kapal laut, karena seratnya kuat, mengapung diatas air, dan tahan air garam. Sedangkan limbahnya dapat dipergunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan kompos bahan baku untuk langit-langit pintu dan lain-lain.

Proses pembuatan serat abaca bisa dibilang cukup lama dengan hasil yang tidak banyak, hal ini dikarenakan proses yang di lakukan untuk menghasilkan serat yang bagus, bersih dari daun/pelepah dilakukan berulang kali agar dapat menghasilkan serat nenas pilihan.

Hingga sejauh ini baru terdapat dua investor telah memanfaatkan serat pisang abaka yakni PT Dharma Bumi Berdikari (DBB) dan PT Kertas Leces (Persero). DBB merupakan merupakan importir dari perusahaan serat terkemuka Amstrong di USA.PT Kertas Leces (Persero) merupakan BUMN yang telah memanfaatkan serat pisang abaka sebagai bahan pembuat kertas uang.


Produk Turunan Serat Pisang Abaka:

Tags :