HOME
Home » Artikel » Budidaya Pisang Abaca

Budidaya Pisang Abaca

Posted at April 19th, 2019 | Categorised in Artikel

https://umkmjogja.com/budidaya-pisang-abaca.html

Tanaman abaca atau umum dimaksud abaka masuk dalam kelompok pisang (Musacease). Tetapi, tidak sama dengan tanaman pisang yang lain, abaca tak membuahkan buah. Tanaman bernama latin Musa textilis Nee ini dibudidayakan untuk di ambil serat dari sisi batangnya.

Abaca adalah tanaman asli Filipina. Tetapi tumbuh liar dengan baik di Kalimantan serta Kepuluan Talaud, Sulawesi Utara. Serat abaca di Filipina di proses jadi benang. Dan di negara lain, mulai banyak dipakai untuk bahan baku kertas.

Satu diantara pebudidaya abaca, Istikhah di Sidoarjo, Jawa Timur. Ia mulai menanam pisang ini dari 2010 di tempat seluas 4. 000 mtr persegi (m2). “Saya telah lama tahu khasiat tanaman ini, namun baru satu tahun lebih paling akhir coba menanam, ” katanya.

Menurut Istikhah, potensi pasar untuk budidaya tanaman abaca benar-benar luas. Pasalnya, serat abaca juga diperdagangkan sampai mancanegara. “Saya untuk tangan ke-2, dengan kata lain jual pada perusahaan di Indonesia, ” jelasnya.

Dalam satu bulan, ia dapat membuahkan seputar 4 ton serat abaca. Harga nya di bandrol Rp 6. 000 per kg. Jadi, dari budidaya pisang abaca, ia dapat memperoleh omzet seputar Rp 20 juta per bln. Laba bersihnya 40% – 50%.

Istikhah katakan, sesungguhnya, produksi serat abaca tetap jauh dari keperluan. ” Namun, lantaran kekurangan tempat serta sumber daya manusia, saya tetap belum dapat jadi besar kemampuan produksi, ” katanya.

Pebudidaya abaca di Pondok Jaya Bintaro, Tangerang, yakni Yudi Apriyadi. Ia membudidayakan tanaman abaca di tempat seluas 3. 000 m2 dari 1998.

Menurut Yudi, kebutuhan akan tanaman pisang abaca tinggi, bila dipakai untuk pembuatan kertas. ” Saya kirimkan pada seseorang pedagang untuk dijual ke industri-industri pembuatan kertas, ” tuturnya.

Ia menilai, potensi pengembangan pohon pisang abaca di Indonesia sesungguhnya benar-benar bagus, namun waktu ini, budidayanya belum banyak. Kesempatan budidaya abaca terbuka luas, karena dapat tumbuh di daerah manapun. ” Bila ada yang mau kerjasama, barangkali saya bakal kembangkan tempat lebih luas, ” tutur Yudi.

Bila di kembangkan dengan baik, Indonesia berpeluang besar merebut market share dunia untuk komoditas serat pisang abaca. Waktu ini, keperluan keseluruhan serat abaca dunia meraih 200. 000 ton per th. Namun, baru dapat dipenuhi seputar 50% dari Philipina serta Ekuador.

Yudi mengklaim, dalam satu tahun, lahannya dapat membuahkan 200 ton pohon pisang abaca siap olah. Tak hanya jual batang pisang, ia juga jual bibit pohon pisang abaca yang di bandrol Rp 50. 000 per bibit. Dari usaha ini, ia dapat memperoleh omzet Rp 11 juta satu bulan.

Tampilan fisik tanaman pisang abaca nyaris sama juga dengan pisang tipe yang lain. Cuma saja, pisang abaca lebih ramping dengan batang serta pelepah yang berwarna kecoklatan. Rata-rata tinggi pohon pisang abaca hampir enam mtr.

Satu diantara pebudidaya pisang abaca di Sidoarjo, Jawa Timur, Istikhah katakan, serat abaca dapat popular di pasar internasional, lantaran benar-benar kuat serta tahan air garam.

Tuturnya, tanaman pisang abaca pertama kali mulai dibudidayakan di Talaud, Sulawesi Utara. Rata-rata tanaman ini dapat tumbuh di daerah dataran rendah hingga dataran tinggi. “Yang utama tanahnya gembur, serta tak bisa ada susunan yang padat, ” tutur Istikhah.

Periode panen pisang abaca lebih cepat dibanding tanaman penghasil serat yang lain. Tanaman ini dapat mulai dipanen pada umur 12 bln sampai 24 bln.

Istikhah menuturkan, panen pisang abaca dikerjakan dengan memotong sisi pangkal batang. Lalu, sisi pelepah di ambil. “Pelepah itu dimasukkan ke mesin giling untuk jadikan serat basah. Lalu, dijemur hingga kering serta siap di jual, ” jelasnya.

Pebudidaya di Bintaro, Tangerang, Yudi Apriadi menyebutkan, pisang abaca tidak termasuk tanaman musiman. Jadi, dapat tumbuh setiap waktu. ” Panen dapat dikerjakan sesudah umur satu tahun. Itu umur yang cocok, ” tutur yang memiliki Lembah Pinus ini.

Yudi memperbanyak pisang abaca lewat tunas atau anakan yang di ambil dari pohon induk yang sehat. Asal tahu saja, pisang abaca tumbuh merumpun dengan satu induk serta sebagian anakan. Anakan yang telah dewasa, yakni berumur seputar 3 bln sampai 8 bln pas jadikan bibit, lantaran telah memiliki banyak persediaan makanan dalam bonggolnya.

Bibit ditanam dengan jarak tanam agak rapat, seputar 2 x 2 mtr (m). Maksudnya, agar pertumbuhannya meninggi. Dengan tumbuh meninggi, bakal didapat batang yang cukup panjang, sampai serat yang dihasilkan juga panjang.

Untuk memperoleh hasil yang baik, satu rumpun tanaman baiknya dibiyarkan mempunyai 7 – 9 tunas. Karenanya, anakan yang lebih mesti dipotong. Pemotongan anak dikerjakan sedemikian rupa hingga dalam satu rumpun ada anakan yang masing-masing tidak sama usia (fase perkembangan).

Sebelum saat ditanam, anakan di rendam lebih dulu dalam larutan insektisida sepanjang 10 menit untuk hindari penyebaran hama, lalu dikeringkan.

Setelah itu, menurut Yudi, sisi lubang tanam di beri pupuk. ” Sistem ini supaya daun tak tampak buruk, ” jelasnya. Sesudah ditanam, bibit butuh disiram teratur tiap-tiap sore. Waktu panen, satu batang abaca berdiameter 30 cm – 40 cm, dapat membuahkan seputar 12 lembar sampai 25 lembar pelepah.

Tags :